">Met Bobo   

April 14th, 2008 | Kehidupan, Uncategorized | No comments

Hari yang melelahkan.
Semalem abis begadang dan tadi sore berangkat ke Manado naik kendaraan umum (rental) jenis Kijang.

Emang sih duduk di depan tapi tetep aje pegel, abis kursi gak bisa di setel seenaknya. Khan dibelakang ada orang :(

Sampe terus jalan2 cari makan, sampe kamar pegel semua, lemes kayak mo remuk.

Oiya gw nginep di Gran Puri, Manado.

  • Arsip

  •  

    Agustus 2008
    M S S R K J S
    « Apr    
     12
    3456789
    10111213141516
    17181920212223
    24252627282930
    31  

Capek

April 13th, 2008 | Kehidupan | No comments

Iseng, kami isi malam Minggu ini dengan main (kartu) remi.
Berempat dan siapa yang kalah harus berdiri, beberapa kali Gw harus diri, ternyata capeeek bangets!

Sekarang mau pulang, coz besok harus berangkat ke Manado bwat meeting Cabang.

Joshua

April 12th, 2008 | Kehidupan, Nostalgia, Sekolah, Uncategorized | No comments

Liat film Sabtu Pagi di RCTI jadi inget pengalaman waktu SD.

Gw sekolah di SDN Malaka 026 Pagi, Perumnas Klender, Jaktim.

Gw termasuk anak ‘pintar’ walau gak pernah rangking 1, aliab spesialis runner-up :(

Yang bikin gw ingat pas tadi ada adegan Joshua di cium oleh guru-gurunya karena berprestasi sebagai juara umum. Biasalah film Indonesia :)

Gw jadi ingat waktu kelas 5 dan 6 dulu Bu Guru Kesenian, namanya lupa, seneng banget nyium gw. Mungkin dia punya kenangan pribadi.

Guru Kesenian Gw tuh kalo ngajar ada aja kesempatan buat nyium pipi Gw, bahkan di luar kelas juga pernah. Yang gak bisa Gw lupa pas lewat di kelas 4 dia lagi ngajar terus Gw dipanggil.

Kirain ada apa, tenyata cuma di cium. Di depan anak kelas 4 lagi, wah tengsin banget. Makanya gak bisa lupa :)

Tukul

April 10th, 2008 | Kehidupan | 1 comment

Setelah melihat aksi Tukul di “Empat Mata” tiba-tiba saja saya ingin menulis. Menulis tentang betapa bahagianya hidup ini jika kita berguna bagi orang lain. Kenapa Tukul? Sebab hemat kami Tukul merupakan salah satu host yang cukup unik dan fenomenal di Indonesia. Baik di dunia televisi, komedi, hiburan bahkan individu sebagai public figure.

Setidaknya Tukul bisa memberikan hiburan bagi banyak penggemarnya, bahkan mampu menghadirkan hikmah dari kehidupan sehari-hari para bintang tamu yang diundang. Justru dari perspektif yang sederhana dan menyentuh mengalir begitu saja diselingi canda yang justru sangat tidak relevan, digunakan sebagai bumbu.

Manakala kita disodorkan suguhan seperti ini maka secara tidak sadar akan lebih banyak hikmah yang kita tangkap dibanding misalnya sesuatu yang sengaja digali dengan serius dan, terkesan, berat. Tukul adalah “Empat Mata” lebih lagi “Empat Mata” adalah Tukul. Kembali ke lap..top, maksud saya kembali kepada pembicaraan awal, maka seorang Tukul akan lebih mudah menyampaikan pesan moral dan kebaikan ke khalayak justru karena kesederhanaannya. Karena ke-naif-annya. Bahkan mohon ma’af, karena ke-culun-annya.

Bisa dibayangkan jika seorang Tukul adalah tokoh pintar, selebritis keren atau seorang yang terkenal karena kekayaannya. Bahkan gabungan dari dua atau lebih maka akan lain kejadiannya. Katakanlah acaranya sukses dan kocak seperti “”Empat Mata”" tetap pesan yang kita terima akan berbeda jika dibawakan oleh seorang Tukul. Karena alam bawah sadar kita akan memerintahkan kita untuk sedikit imun, protect bahkan menutup diri. Yang dengan sendirinya akan menutup fikiran dan hati kita karena faktor-faktor tadi.

Mungkin kita akan merasa digurui, atau kita akan berfikir “terang aja lo bisa ngomong gitu… lo khan udah kaya dari kecil.” Atau kita akan dikalahkan oleh pesona ketokohan, ketampanan atau kecantikan sang slebritis sehingga walau di depan TV sekalipun kita akan “jaim” dan tidak lepas. Singkatnya, tanpa disadarai, akan banyak fiter yang terbentuk di benak kita. Memang yang saya katakan ini tidak berlaku untuk semua orang, tapi saya yakin mayoritas akan mengalami hal ini. Kecuali orang-orang atau pribadi yang telah sukses dan bisa menempatkan diri secara arif sehingga tidak lagi melihat siapa yang berbicara namun lebih kepada isi pembicaraan. Bahkan bukan lagi kata per kata, melainkan lebih fokus kepada hikmah dari rangkaian kata, kalimat serta cerita yang disampaikan.

Sewajarnya dan adalah suatu kebaikan jika kita juga memiliki keinginan untuk berguna bagi orang lain, tentunya sesuai kapasitas, peran dan fungsi kita masing-masing. Melalui tulisan kita bisa memberikan hikmah, melalui tutur kata atau nasihat dan hiburan kita bisa memberikan hikmah. Melalui contoh dan tauladan baik kita bisa memberikan hikmah bahkan melalui diampun kita bisa memberikan hikmah. Apalagi bagi yang memiliki kekuasaan seperti guru, aparat negara, tokoh masyarakat, tokoh agama dan lainnya termasuk profesi pekerja seni dan publik figure tentu akan memiliki efek lebih luas apalagi jika didasari sifat ikhlas.

Orang paling beruntung adalah yang memiliki umur panjang serta diisi dengan kebaikan dan manfaat bagi sesama.

Kotamobagu, Kamis 10 April 2008

Rumah Baru WoKayâ„¢ mania!

April 9th, 2008 | Uncategorized | 1 comment

Ha ha ha namanya keren juga wokay.dagdigdug.com.

Dagdigdug kedengerannya emang Indonesia bangets, makanya gw coba-coba bikin blog disini.
Biar bisa gabung dengan bloger seluruh Indonesia :)

Salam,